King’s Joy: Simfoni Kuliner Vegetarian Berbintang Michelin di Jantung Beijing
Di tengah hiruk pikuk kota Beijing, tepat di seberang Kuil Yonghe (Lama Temple) yang sakral, berdiri sebuah destinasi kuliner yang telah mengubah wajah masakan nabati dunia: King’s Joy (京兆尹). Sebagai salah satu restoran vegetarian pertama di dunia yang meraih tiga bintang Michelin, King’s Joy bukan sekadar tempat makan, melainkan sebuah perayaan atas harmoni antara manusia, alam, dan kesehatan.
Filosofi “Dari Ladang ke Meja”
King’s Joy mengusung konsep berkelanjutan yang sangat ketat. Di bawah arahan koki eksekutif Gary Yin, restoran ini mendedikasikan mitch’s meat diri pada filosofi “diet rendah karbon” dan nutrisi seimbang. Bahan-bahan yang digunakan dipilih dengan ketelitian ekstrem; sayuran organik dipasok langsung dari petani lokal, sementara bahan langka seperti jamur liar didatangkan dari hutan-hutan di Yunnan.
Setiap hidangan dirancang untuk menonjolkan rasa asli bahan tanpa penggunaan penyedap rasa buatan atau daging imitasi yang berlebihan. Di sini, Anda tidak akan menemukan “ayam tiruan” yang terbuat dari tepung, melainkan eksplorasi tekstur sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan jamur yang diolah dengan teknik memasak modern namun tetap menghormati tradisi Tiongkok.
Mahakarya Visual dan Rasa
Menu di King’s Joy disajikan dalam bentuk set yang berganti sesuai musim. Salah satu hidangan ikonik mereka adalah Jamur Matsutake panggang yang disajikan dengan presentasi dramatis menggunakan es kering atau asap kayu aromatik. Menu favorit lainnya adalah nasi ketan yang dimasak dengan truffle hitam, memberikan aroma bumi yang dalam dan mewah.
Tidak hanya rasa, estetika piring adalah prioritas utama. Setiap sajian tampak seperti lukisan cat air klasik Tiongkok—minimalis, elegan, dan penuh warna alami. Pengalaman makan di sini juga ditemani oleh alunan musik harpa yang dimainkan secara langsung di area atrium yang penuh dengan kabut buatan (mist), menciptakan suasana seperti berada di taman surgawi.
Arsitektur yang Menenangkan
Restoran ini menempati sebuah siheyuan (rumah halaman tradisional) yang telah direnovasi secara modern oleh arsitek Yung Ho Chang. Desainnya menggabungkan elemen kaca, baja, dan kayu, memungkinkan cahaya alami masuk ke ruang makan. Suasana zen yang tenang ini memberikan kontras yang menyegarkan dari kebisingan kota di luar temboknya.
Tips Berkunjung di Tahun 2025
Bagi Anda yang berencana mengunjungi King’s Joy pada tahun 2025, sangat disarankan untuk melakukan reservasi jauh-jauh hari melalui situs resmi atau platform seperti TripAdvisor atau aplikasi lokal. Mengingat statusnya sebagai restoran bintang tiga Michelin, slot meja—terutama di area halaman—sangat cepat terisi.
Makan di King’s Joy adalah perjalanan sensorik yang membuktikan bahwa masakan vegetarian bisa jauh lebih mewah dan memuaskan daripada hidangan berbahan daging. Ini adalah destinasi wajib bagi pecinta kuliner yang mencari kesehatan dan kemewahan dalam satu piring yang selaras dengan alam.

